Aku, temanku.
Pagi ini, angin terasa bertiup ke arah yang tak seharusnya. Meski begitu, langkah tetap ku jejakkan, hingga sampailah pada sebuah perpustakaan elit di sudut kampus. Perpustakaan ini di bangun elit sebagai penghargaan kepada generasi-generasi muda yang menyempatkan waktunya untuk membaca di tengah maraknya penggunaan gadget . Buku-buku yang tersedia disini juga sangat lengkap, kita akan dijanjikan kenyamanan tiada tara bila sudah singgah. Tapi masuk zona nyaman tak selalu memberikan kehangatan, seperti yang aku rasakan ketika pertama masuk ke dalam perpustakaan. Dinginnya AC menyentuh kulit pipiku. Ku tarik kerah jaket untuk memunculkan sedikit kehangatan dan melangkah lebih dalam. Novel ber- genre romace menjadi tujuanku beberapa waktu terakhir ini. Membaca kisah remaja yang seringkali di gambarkan dengan lebay , tapi jujur itu sangat menghibur. Aku bahkan sangat menyukainya. Satu novel dengan sampul anak SMA menarik perhatianku. Ku sempatkan membaca bagian prologn...