Ekspetasi
Entah ini hal baik atau tidak, karena hari ini Lasya harus menemani Syana mengikuti perlombaan di sebuah SMA. Ia sudah ingin menolak, namun rengekan adiknya yang lebih mirip kokokan ayam itu membuatnya mengurungkan niat. Kalau tak segera diberi anggukan, bisa-bisa kamar bernuansa abu-abu yang rapi milik Lasya akan menyerupai kapal pecah dalam sekejap. Padahal, Lasya sudah menyusun daftar kegiatan untuk mengisi hari libur khusus sekolahnya ini—rapat guru tahunan. Mulai dari bermalas-malasan di kasur, menonton drama korea, membaca wattpad, ngemil cantik, mendengarkan musik sampai akhirnya tertidur lagi. Namun semuanya hanya angan-angan sekarang. Dan bodohnya, Lasya mengonfirmasi tanpa bertanya dimana perlombaan itu akan berlangsung. Sampai saat Syana menyebutkan nama sebuah sekolah yang langsung membuat Lasya membelalakan mata. “APA?? Enggak! Kakak gak mau kesana,” Lasya spontan menolak. Syana berkemik, bibirnya mengikuti setiap kata yang Lasya ucapkan. Dan s...